Chelsea Berpeluang Mengkudeta Gelar Liga Inggris Milik Liverpool, Syaratnya: 3 Hal Kunci Ini Harus Diamankan Frank Lampard

oleh Ario Yosia diperbarui 11 Sep 2020, 08:49 WIB
Chelsea - N'golo Kante, Mason Mount, Cristian Pulisic, Timo Werner (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Chelsea menuju musim Liga Inggris 2020-2021 dengan kepercayaan membumbung tinggi. Rencana Frank Lampard melakukan perombakan skuat The Blues berjalan mulus. Dengan skuat berlimpah bintang, mereka jadi penantang serius juara bertahan Liverpool.

Saat dunia terus berjuang melawan pandemi virus Corona, Liverpool harus menemukan cara untuk mempertahankan gelar mereka tanpa kehadiran penggemar yang riuh di Anfield.

Advertisement

Sementara The Reds berada di atas tim lain musim lalu, mereka pasti akan menghadapi lebih banyak persaingan dari rival mereka kali ini karena masing-masing dari mereka telah memperkuat tim mereka dengan maksud untuk memperpendek jarak antara mereka dan sang juara.

Chelsea jadi tim amat ambisius memberi tekanan pada anak asuh Jurgen Klopp. Finis di posisi keempat musim lalu dengan modal banyak pemain belia, pencapaian pelatih hijau pengalaman Frank Lampard layak dipuji.

Ia memberi jam terbang tinggi pada produk akademi seperti Mason Mount dan Billy Gilmour. Skuat Chelsea terlihat lebih segar. Namun, mengandalkan pemain yang ada sekarang dinilai tak cukup untuk bisa menyabotase gelar Liverpool.

Chelsea mendatangkan banyak pemain musim panas ini. Thiago Silva, Kai Havertz, Hakim Ziyech, Timo Werner, Ben Chilwell, dan Malang Sarr, merupakan barisan muka baru yang akan membuat Chelsea lebih kuat.

Dengan skuat yang amat mentereng, apa yang bisa disajikan Chelsea di Premier League musim 2019-2020? Tiga hal ini krusial wajib diamankan oleh Frank Lampard.

Video

2 dari 4 halaman

Starting XI yang Mengakomodir Talenta Terbaik

Manajer Chelsea, Frank Lampard. (AP Photo/Matthias Schrader)

Dengan seabrek permain bermutu tinggi di skuat Chelsea, Lampard pasti bakal putar otak lebih keras untuk memilih starting 11 yang terbaik. Hal ini bukan pekerjaan yang mudah lho.

Pemain-pemain seperti Havertz, Ziyech dan Werner sudah barang tentu akan membuat lini depan Chelsea lebih agresif. Tapi sejatinya terlihat kalau Lampard lebih fokus membenahi lini belakang timnya.

Kepa Arrizabalaga akan segera digantikan oleh Edouard Mendy, sementara Ben Chilwell akan mengambil posisi bek kiri Marcos Alonso. Kedua amunisi anyar ini akan membawa lebih banyak stabilitas ke pertahanan Chelsea.

Lebih jauh di atas lapangan, Lampard harus menemukan cara untuk mengakomodasi semua kekuatan barunya bersama dengan pemain lawas seperti Christian Pulisic dan Mason Mount, yang merupakan dua pemain terbaiknya musim lalu.

Setelah kedatangan Havertz yang berstatus wonderkid, Mount harus rela jadi pemain serep.

Mengingat gaya permainannya secara langsung dan kemampuannya untuk mewujudkan sesuatu, Pulisic harus dijamin posisinya di sayap kiri jika Lampard memilih untuk terus memainkan formasi 4-2-3-1, yang ia gunakan musim lalu.

Sementara itu, Werner akan menjadi titik fokus serangan Chelsea musim depan dan fans The Blues berharap ia bisa tajam, sepadan dengan mahar transfernya yang menembus 48 juta poundsterling.

Seiring dengan kehebatannya dalam mencetak gol, pemain internasional Jerman ini juga dikenal karena kecepatannya dan kemampuannya untuk menciptakan peluang bagi rekan satu tim juga. Kedatangan Werner memastikan bahwa Olivier Giroud akan digunakan sebagai pemain berpengaruh dari bangku cadangan.

3 dari 4 halaman

Memaksimalkan Senioritas Thiago Silva

Bek PSG, Thiago Silva berebut bola dengan pemain AS Monaco, Fode Ballo-Toure pada pertandingan lanjutan Liga Prancis di Stadion Louis II, Monaco (15/1/2020). PSG menang telak atas Monaco 4-1. (AP Photo/Daniel Cole)

Untuk semua rekrutan mahal yang dibuat Chelsea sejauh ini, kedatangan Thiago Silva dengan status bebas transfer dari PSG adalah penandatanganan tercerdas.

Chelsea memiliki rekor pertahanan yang mengerikan musim lalu. Mereka kebobolan 54 gol di Liga Inggris. Mereka butuh bek baru yang berkualitas serta punya jam terbang tinggi mengarungi big games.

Di usianya yang sudah 35 tahun, pemain asal Brasil itu tentu bukan pilihan jangka panjang bagi Chelsea. Namun setelah bermain di Serie A dan Ligue 1, membuktikan bahwa ia memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai liga di seluruh dunia dan fans Chelsea akan berharap ia dapat melakukannya juga di Liga Inggris.

Silva juga dapat membimbing rekan-rekannya macam Kurt Zouma dan Antonio Rudiger, sambil menjadi rekan mereka di jantung pertahanan tim. Kedatangan Silva menambah stabilitas dan pengalamannya sangat dibutuhkan untuk lini belakang Chelsea.  Lampard dapat mengandalkannya untuk memimpin sektor pertahanan.

Di luar lapangan, mantan pemain PSG ini juga akan menjadi sosok berpengaruh di di ruang ganti. Ia bakal jadi sosok yang disegani dan kagumi oleh pemain muda. 

Terlepas dari usianya, Silva pasti akan masuk ke tim utama Chelsea karena dia jauh lebih baik daripada semua pemain lain yang dimiliki Lampard di posisi itu.

Masa-masa Silva di Stamford Bridge mungkin saja menjadi musim terakhirnya di klub top Eropa dan dia tidak membutuhkan motivasi tambahan untuk mengakhiri kariernya dengan indah.

 

4 dari 4 halaman

Cepat Menyatukan Tim

Para pemain Chelsea merayakan gol yang dicetak oleh Mason Mount ke gawang Wolverhampton Wanderers pada laga Premier League di Stadion Stamford Bridge, Minggu (26/7/2020). Chelsea menang dengan skor 2-0. (Daniel Leal-Olivas/Pool via AP)

Kembalinya Lampard ke Chelsea  dari pemain menjadi manajer menciptakan romansa bagi suporter The Blues. Tapi sejujurnya, tidak ada yang tahu ia akan berapa lama ada di posisi ini. Pemilik Chelsea, Roman Abramovic, bukan tipikal orang yang doyan mempekerjakan pelatih dalam durasi panjang. Begitu dinilai gagal mereka diminta angkat koper.

Di musim perdananya, Lampard membuktikan ketajaman manajerialnya dan membimbing Chelsea finis di urutan keempat. Ia dipuji karena keberaniannya memberi kesempatan ke para peemain akademi kesempatan untuk masuk ke tim utama.

Saat Lampard memasuki musim keduanya sebagai pelatih klub, Roman Abramovich dan Marina Granovskaia menghargai upaya Lampard dengan merekrut setiap pemain yang dia minta. Alhasil, Chelsea kini memiliki salah satu skuad terkuat di liga memasuki musim ini dan menjadi kuda hitam untuk menantang gelar Premier League.

Kunci kesuksesan Chelsea musim ini adalah seberapa cepat Lampard menemukan tim terbaiknya dan membuat mereka beradaptasi dengan gaya sepak bola yang ia inginkan. Setelah itu selesai, semuanya tergantung pada apakah para pemain dapat tetap konsisten sepanjang musim, terutama selama periode pengujung tahun ketika pertandingan akan berlangsung cepat dan padat.

Tetapi bahkan jika Chelsea tidak berhasil mendapatkan trofi musim ini, Lampard membuat klub bergerak ke arah yang benar dan hanya masalah waktu sebelum The Blues menguasai Liga inggris. Sang mentor menanamkan fondasi tim untuk waktu yang sangat panjang dengan deretan pemain muda.

Menjelang musim Premier League 2020-2021, para penggemar Chelsea memiliki banyak alasan untuk bersemangat karena ini bisa menjadi awal dari sesuatu yang istimewa bagi klub.

Sumber: Sportskeeda

 

Berita Terkait