Komposisi Lini Belakang Timnas Indonesia: Lebih Segar, Bertenaga, Agresif, dan Fleksibel

oleh Abdi Satria diperbarui 08 Mei 2021, 09:00 WIB
Timnas Indonesia - Rachmat Irianto, Ryuji Utomo, Elkan Baggot (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Setelah mencoret Yanto Basna, pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong menambah personel lini belakangnya dengan memanggil Rizky Ridho (Persebaya Surabaya) dan Didik Wahyu (Persikabo 1973).

Keduanya bergabung dengan 12 nama yang sudah masuk daftar panggil Timnas Indonesia, yakni Andy Setyo, Firza Andika (Persikabo 1973), Arif Satria, Rachmat Irianto, Koko Ari (Persebaya Surabaya), Ryuji Utomo (Penang FC), Elkan Baggot (Kings Lynn Town), Nurhidayat Haji Haris (PSM Makassar), Salman Alfarid (Persija Jakarta), Pratama Arhan (PSIS Semarang), Rifad Marasabessy (Borneo FC Samarinda) dan Asnawi Mangkualam (Ansan Greeners).

Advertisement

Menilik daftar nama di atas, mayoritas pemain yang dipanggil masih berusia muda. Didik menjadi pemain tertua dengan usia 27 tahun, sedangkan pemain termuda adalah Elkan Baggot (18 tahun).

"Coach Shin Tae-yong memberi warna baru dalam skuad timnas. Ini sedikit berbeda dengan lini belakang Timnas  Indonesia sebelumnya yang kerap menyisipkan pemain senior atau naturalisasi," ujar Herman Kadiaman, pengamat bola asal Makassar kepada Bola.com, Jumat (7/5/2021).

Menurut Herman yang pernah jadi staf pelatih di Arema Indonesia dan PSM Makassar ini, materi timnas kali ini lebih segar, agresif dan bertenaga. Dengan modal kelebihan itu, Shin Tae-yong bisa lebih fleksibel menerapkan strategi sesuai situasi dan kondisi lawan yang bakal dihadapi.

Seperti diketahui, Timnas Indonesia akan melakoni tiga laga sisa Grup G kualifikasi Piala Dunia 202P2 masing-masing menghadapi Thailand (3/6/2021), Vietnam (7/6/2021), dan Uni Emirat Arab (11/6/2021). Pasukan Shin Tae-yong akan bermain di Al Maktoum Stadium saat menghadapi Thailand dan Vietnam, sedangkan menghadapi Uni Emirat Arab di Zabeel Stadium.

Sebelum turun pada tiga laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, Timnas Indonesia dijadwalkan melakoni dua laga uji coba. Tim Merah-Putih lebih dulu akan menghadapi Afghanistan (25/5/2021) dan Oman di Dubai, Uni Emirat Arab (29/5/2021).

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 3 halaman

Bek Sayap Muda Bermental Petarung

Asnawi Mangkualam menjalani debutnya di Korea Selatan bersama Ansan Greeners. (Doc: K League).

Di mata Herman, berdasarkan komposisi pemain yang dipanggil, Shin Tae-yong bisa menerapkan formasi tiga pemain belakang dengan pola 3-4-3.

"Rachmat Irianto, Ryuji Utomo dan Elkan Baggot memiliki kualitas yang setara. Mereka juga kuat dalam duel satu lawan satu dan bermental petarung. Komposisi tiga pemain di depan kiper ini juga ditunjang materi bek sayap yang punya kemampuan bertahan dan menyerang sama bagusnya," terang Herman.

Hal senada dikatakan Isnan Ali, eks bek sayap timnas Indonesia. Menurut Isnan, nama-nama seperti Asnawi Mangkualam dan Firza Andika pantas dikedepankan untuk mengisi slot dua sisi bek sayap.

"Asnawi dan Firza memiliki teknik dan daya juang tinggi. Keduanya pun bisa berperan sebagai gelandang," kata Isnan yang tercatat memiliki 32 caps bersama timnas Indonesia.

 

3 dari 3 halaman

Rachmat Irianto Pantas Pemimpin Lini Belakang

Pemain Timnas Indonesia U-22, Rachmat Irianto, mengamati rekannya saat latihan di Stadion Rizal Memorial, Manila, Rabu (27/11). Latihan ini persiapan jelang laga SEA Games 2019 melawan Singapura U-22. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Komposisi lini belakang yang mengandalkan mayoritas pemain muda membutuhkan sosok leader atau pemimpin. Terkait hal ini, Isnan menunjuk Rachmat sebagai pemain yang pantas menyandang status ini.

Selain menjadi pemain yang secara reguler dipanggil Shin Tae-yong, Rachmat juga adalah kapten di Persebaya. Isnan tetap yakin, komposisi pemain di lini belakang mampu meladeni agresivitas serangan tiga lawan Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2022.

"Coach Shin Tae-yong tentu sudah punya pertimbangan sendiri dalam menentukan pemain plihannya. Terutama dalam hal mental, fisik serta pemahaman yang cepat terhadap strategi atau pola yang ia ingin terapkan di Timnas Indonesia," pungkas Isnan.

 

Berita Terkait