3 Striker Terbaik Musim 2025/2026: Harry Kane Rajanya Gol, Mbappe Mesin Tanpa Henti, Haaland Menghantui Lawan

Musim 2025/2026 menorehkan persaingan striker paling sengit dalam sejarah sepak bola modern. Tiga nama mendominasi percakapan dari awal hingga akhir musim, dan angka-angka yang mereka cetak bukan sekadar statistik di atas kertas.

Bola.com, Jakarta - Musim 2025/2026 menorehkan persaingan striker paling sengit dalam sejarah sepak bola modern. Tiga nama mendominasi percakapan dari awal hingga akhir musim, dan angka-angka yang mereka cetak bukan sekadar statistik di atas kertas.

Harry Kane, Kylian Mbappe, dan Erling Haaland kembali membuktikan mengapa mereka berada di level yang berbeda dari siapa pun. Kane menjadi yang paling produktif dengan torehan luar biasa bersama Bayern Munich, sementara Mbappe dan Haaland terus mengejar dengan cara mereka masing-masing yang sama-sama mengerikan.

Kane membukukan 59 gol dan tujuh assist sepanjang musim ini, sebuah angka yang menempatkannya sebagai kandidat terdepan Ballon d'Or 2026. Di belakangnya, Mbappe mencatatkan 47 gol dan sembilan assist untuk Real Madrid, sementara Haaland membukukan 49 gol dan sembilan assist bersama Manchester City.

Ketiganya tidak hanya bersaing di liga domestik, tetapi juga saling unjuk gigi di pentas Liga Champions, dan rivalitas itu menghasilkan momen-momen yang akan dikenang lama oleh para penggemar sepak bola di seluruh dunia.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Harry Kane: Trofi Pertama, Rekor Bersejarah

Kane menutup musim ini sebagai striker paling produktif di liga domestik Eropa. Bukan hanya karena golnya yang terus mengalir, tetapi karena musim ini akhirnya menjawab satu pertanyaan yang selama bertahun-tahun menghantui karier sang kapten Inggris tersebut.

Kane tampil dalam 30 pertandingan Bundesliga musim ini dengan rata-rata rating FotMob 8.09, angka yang mencerminkan konsistensinya bukan hanya sebagai pencetak gol, tetapi juga sebagai pemain yang mendominasi permainan secara keseluruhan. Ia mencetak hat-trick melawan RB Leipzig, Hoffenheim, dan Stuttgart, serta tampil sebagai mesin yang tidak bisa dihentikan di Liga Champions. Kane mengakhiri musim Liga Champions dengan 14 gol, hanya terpaut satu dari Mbappe, dan menjadi orang Inggris pertama yang menembus angka 50 gol di kompetisi tersebut.

Kane mencetak gol dengan rata-rata setiap 66,7 menit sekali di Bundesliga musim ini, menjadikannya mesin gol paling efisien di antara para striker kelas elit Eropa. Bayern Munich juga berhasil mempertahankan gelar Bundesliga musim ini, dan trofi itu semakin memperkuat argumen Kane sebagai kandidat Ballon d'Or terkuat musim ini.

 

Kylian Mbappe: Rekor Liga Champions dan Ancaman Ballon d'Or

Mbappe menjalani musim yang penuh kontradiksi. Di satu sisi, Real Madrid kembali gagal meraih trofi apapun dan terhenti di perempat final Liga Champions. Di sisi lain, angka pribadi sang penyerang Prancis itu tidak bisa dibantah oleh siapa pun.

Mbappe mencetak gol setiap 74 menit sekali di semua kompetisi musim ini, angka efisiensi tertinggi di antara tiga striker ini sekaligus bukti bahwa ia tetap menjadi ancaman paling konsisten di setiap laga yang ia mainkan. Di La Liga, ia mencatatkan 24 gol dari 27 laga, menjadikannya favorit kuat meraih gelar Pichichi untuk kedua kalinya berturut-turut.

Di Liga Champions, Mbappe bahkan tampil lebih mengerikan. Ia mengakhiri musim sebagai top skor Liga Champions dengan 15 gol dari 11 penampilan, termasuk rekor 13 gol hanya dari fase liga, angka tertinggi sepanjang sejarah kompetisi untuk satu fase tersebut. Salah satu momen paling ikonik adalah hat-trick tercepat kedua dalam sejarah Liga Champions, saat ia membobol gawang Olympiacos tiga kali dalam rentang enam menit 42 detik. Namun cedera lutut yang ia alami di paruh akhir musim membayangi peluangnya di sisa kompetisi, dan Real Madrid pun tersingkir tanpa membawa trofi apapun.

 

Erling Haaland: Paceklik Singkat, Kelas Abadi

Haaland sempat melalui periode kering yang tidak biasa di awal 2026, dan beberapa pihak mulai mempertanyakan apakah striker Norwegia itu sedang kehilangan sentuhannya. Jawabannya datang dalam bentuk yang paling meyakinkan.

Haaland membukukan 42 gol dan sembilan assist dari 45 penampilan di semua kompetisi musim ini, menjadikannya striker paling aktif di antara tiga nama ini dari sisi jumlah laga yang dimainkan. Manchester City meraih gelar Carabao Cup musim ini, dan Haaland menjadi ujung tombak kebangkitan tim. Meski sempat menghadapi periode kering di awal 2026, Haaland tetap menjadi ancaman utama City dengan gol-gol penting dalam kemenangan atas Arsenal dan Burnley yang menjaga persaingan gelar tetap hidup.

Di luar lapangan klub, ada satu momen bersejarah yang membuat musim ini benar-benar istimewa bagi Haaland. Norwegia lolos ke Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya sejak 1998, dan Haaland mencetak 16 gol sepanjang babak kualifikasi, termasuk lima gol sekaligus dalam kemenangan 11-1 atas Moldova, rekor yang menjadikannya pemain Eropa pertama yang melakukan itu dalam kualifikasi Piala Dunia sejak 1977. Piala Dunia musim panas ini akan menjadi panggung internasional terbesar pertama dalam karier Haaland, dan dunia sudah tidak sabar menantikannya.

Video Populer

Foto Populer