Sukses


Mengenal Ikan Buntal yang Beracun dan Risiko Mengonsumsinya

Bola.com, Jakarta - Ikan buntal adalah satu di antara jenis ikan air laut yang memiliki bentuk tubuh yang unik dan menarik perhatian.

Ikan ini memiliki kulit yang dilapisi dengan duri-duri kecil yang menyebabkan ikan ini terlihat seperti memiliki duri-duri yang menutupi seluruh tubuhnya.

Ikan buntal memiliki ukuran yang bervariasi, dari yang kecil dengan panjang sekitar 10 cm hingga yang besar dengan panjang mencapai 80 cm.

Selain keunikan bentuk tubuhnya, ikan buntal punya warna yang menarik. Beberapa jenis ikan buntal memiliki warna seperti kuning keemasan, sedangkan jenis yang lain memiliki warna yang lebih gelap seperti merah tua atau cokelat.

Keindahan warnanya ini membuat ikan buntal menjadi satu di antara jenis ikan yang populer di dunia perikanan hias.

Namun, perlu diingat bahwa ikan buntal juga memiliki racun yang berbahaya bagi manusia. Ikan ini mengandung racun yang disebut dengan tetrodotoksin, yang terdapat di dalam tubuh dan kulitnya.

Tingkat keparahan racun ini sangat tinggi dan dapat menyebabkan keracunan parah hingga kematian jika dikonsumsi oleh manusia. Oleh karena itu, ikan buntal tidak boleh dikonsumsi dan hanya bisa dipelihara sebagai ikan hias.

Agar lebih paham lagi, berikut penjelasan seputar ikan buntal yang penting diketahui, Jumat (8/3/2024).

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 4 halaman

Toksisitas Ikan Buntal

Toksisitas ikan buntal, atau yang juga dikenal sebagai ikan buntal beracun, merupakan fenomena yang cukup dikenal di berbagai budaya maritim.

Ikan buntal memiliki kemampuan unik untuk mengeluarkan racun dari tubuh mereka, terutama dalam bentuk tetrodotoksin yang sangat beracun. Racun ini hadir dalam organ-organ tertentu dari tubuh ikan buntal, seperti hati, ginjal, dan ovarium.

Ketika racun ini dikonsumsi oleh manusia, dapat menyebabkan berbagai gejala seperti mati rasa, kelemahan otot, kesulitan bernapas, dan bahkan kematian dalam kasus yang parah.

Maka itu, penting bagi masyarakat untuk waspada terhadap tokdisitas ikan buntal sewaktu mereka memancing di perairan yang dikenal memiliki populasi ikan buntal yang tinggi.

Dalam menghadapi fenomena tokdisitas ikan buntal, penting bagi masyarakat untuk mengetahui cara mengatasi dan mencegah dampak negatifnya

Satu di antara langkah yang dapat diambil adalah dengan mempelajari bentuk-bentuk ikan buntal yang beracun agar dapat dikategorikan sebagai spesies beracun. Ini akan membantu dalam menghindari ikan buntal yang beracun saat memancing atau mengonsumsi ikan.

Selain itu, penting untuk memahami cara-cara memasak ikan buntal yang aman untuk mengurangi risiko keracunan. Memasak ikan buntal pada suhu tinggi, misalnya dengan merebusnya, dapat membantu menghancurkan racun tetrodotoksin.

3 dari 4 halaman

Gejala Keracunan Ikan Buntal

Gejala keracunan ikan buntal dapat berbeda-beda tergantung pada jumlah dan jenis racun yang terkandung dalam daging ikan tersebut.

Beberapa gejala umum yang mungkin muncul setelah mengonsumsi ikan buntal yang terkontaminasi racun adalah mual, muntah, kram perut, diare, serta sakit kepala.

Pada kasus keracunan yang lebih parah, gejala dapat meliputi kesulitan bernapas, detak jantung tak teratur atau lemah, pusing berat, hilangnya kesadaran, serta kejang.

Gejala keracunan biasanya muncul dalam waktu singkat setelah mengonsumsi ikan buntal terkontaminasi racun, biasanya sekitar 30 menit hingga tiga jam setelah makan.

Jika mengalami gejala keracunan ikan buntal, segera cari pertolongan medis yang profesional. Jangan mencoba untuk memuntahkan isi perut atau memberikan obat pencahar karena tindakan tersebut mungkin akan memperburuk kondisi.

Penting untuk menyampaikan kepada dokter atau petugas medis mengenai apa yang dikonsumsi dan gejala yang dialami sebagai informasi untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Untuk mencegah keracunan, hindari mengonsumsi ikan buntal yang tidak dimasak, terutama bagian hati, hati lendir, dan ovarium.

Mengonsumsi ikan buntal yang dimasak dengan benar juga dapat mengurangi risiko keracunan.

4 dari 4 halaman

Pengobatan untuk Keracunan Ikan Buntal

Keracunan ikan buntal dapat diobati dengan segera. Jika seseorang mengalami keracunan setelah mengonsumsi ikan buntal, langkah pertama yang harus diambil adalah mencari bantuan medis segera.

Dalam pengobatan keracunan ikan buntal, dokter akan melakukan tindakan medis yang diperlukan untuk menjaga kondisi pasien.

Tindakan medis ini dapat meliputi memberikan obat-obatan untuk mengurangi gejala keracunan, mengikat atau menghilangkan racun dari saluran pencernaan, serta memberikan pernapasan buatan atau pertolongan hidup dasar jika diperlukan.

Penting untuk segera menyadari gejala keracunan ikan buntal dan mencari pertolongan medis secepat mungkin.

Gejala keracunan ikan buntal umumnya meliputi mual, muntah, sakit perut, kram otot, mati rasa, gangguan penglihatan, kesulitan bernapas, dan kelemahan. Jika tidak ditangani dengan cepat, keracunan ikan buntal dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti kelumpuhan parah atau kematian.

Selain itu, langkah pencegahan sangat penting untuk menghindari keracunan ikan buntal. Satu di antara langkah yang dapat diambil adalah memastikan bahwa ikan buntal hanya dikonsumsi jika sudah diproses dengan benar oleh ahli makanan yang berpengalaman.

Hindari mengonsumsi duri, kulit, atau organ dalam ikan buntal karena mengandung racun yang dapat berbahaya bagi kesehatan.

Dalam situasi darurat, kontak nomor telepon darurat kesehatan setempat atau cari pertolongan medis segera apabila terjadi keracunan ikan buntal.

 

Yuk, baca artikel edukasi lainnya dengan mengikuti tautan ini.

Video Populer

Foto Populer