3 Fakta Buruknya Taktik AC Milan Ketika Disikat Habis Atalanta di Liga Italia: Ketika Strategi Stefano Pioli Dipertanyakan

oleh Hendry Wibowo diperbarui 24 Jan 2021, 12:00 WIB
Striker Atalanta, Josip Ilicic (tengah) berselebrasi usai mencetak gol lewa titik penalti ke gawang AC Milan pada Liga Serie A Italia di Stadion San Siro, Minggu (24/1/2021). Meski kalah, hasil Liga Italia ini tetap membuat AC Milan berada di puncak klasemen. (AP Photo/Antonio Calanni)

Bola.com, Jakarta - Perjalanan AC Milan pada ajang Liga Italia 2020/2021 ternoda. Menjamu Atalanta di San Siro pada giornata ke-19, Minggu (24/01/2021) dini hari WIB, tim tuan rumah dipermalukan dengan skor 0-3.

Tiga gol skuad Atalanta dicetak oleh Cristian Romero, Josip Ilicic, dan Duvan Zapata. Ini merupakan kekalahan kedua AC Milan setelah sebelumnya dibekuk Juventus.

Advertisement

Kabar baiknya posisi puncak klasemen milik AC Milan masih aman. Karena pada saat yang sama, secara mengejutkan juga, Inter Milan gagal mengalahkan Udinese di Dacia Arena.

Skuad Antonio Conte hanya bermain imbang 0-0. Alhasil gap antara AC Milan di posisi puncak dengan Inter Milan pada urutan kedua ada di angka dua poin.

Bola.com pun mencatat 3 fakta buruknya taktik AC Milan ketika dikalahkan Atalanta 0-3. Sangat jelas startegi yang diterapkan Stefano Pioli inferior ketimbang Gian Piero Gasperini di kubu Atalanta. Yuk scroll ke bawah untuk melihatnya.

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 4 halaman

1. Bebasnya Josip Ilicic

Pemain Atalanta, Josip Ilicic, mencetak gol lewat tendangan penalti ke gawang AC Milan pada laga Liga Italia di Stadion San Siro, Sabtu (23/1/2021). AC Milan takluk dengan skor 0-3. (AP/Antonio Calanni)

Atalanta begitu identik dengan Papu Gomez sebagai ruh permainan tim. Namun sejak sang pemain bermasalah dengan Gian Piero Gasperini, nama Josip Ilicic muncul sebagai poros permainan La Dea.

Dan Sefano Pioli seakan tidak memiliki solusi untuk mematikan permainan Josip Ilicic. Dia cenderung tidak mendapat perhatian serius dari pemain AC Milan untuk dimatikan pada laga ini.

"Jika Anda menjaganya, dia pasti bakal lebih kesulitan. Tapi hari ini ia mendapat banyak ruang kosong," Zlatan Ibrahimovic mengakui.

3 dari 4 halaman

2. Eksperimen Gagal

Pelatih AC Milan, Stefano Pioli, memberikan arahan kepada pemainnya saat menghadapi Celtic pada laga Grup H Liga Europa 2020/2021 di Celtic Park Stadion, Jumat (23/10/2020). AC Milan menang 3-1 atas Celtic. (AFP/Russell Cheyne/pool)

Stefano Pioli melakukan eksperimen dalam taktiknya pada laga ini. Dia memainkan Soualiho Meite di posisi trequartista alih-alih Brahim Diaz.

Eksperimen ini terbilang gagal. Karena Meite gagal jadi penghubung antara lini tengah ke depan. Meite bahkan sudah ditarik keluar menit 46 dan digantikan Brahim Diaz.

"Atalanta tim yang mengandalkan fisik dan saya merasa kami butuh seorang gelandang yang bisa melawan meereka pada sektor itu di lapangan," kata Pioli soal alasan memilih Meite.

4 dari 4 halaman

3. Zlatan Ibrahimovic Mati Kutu

Penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic tertunduk saat bertanding melawan Atalanta pada pertandingan lanjutan Liga Serie A Italia di Stadion San Siro, Minggu (24/1/2021). AC Milan tumbang atas Atalanta dengan skor telak 0-3. (AP Photo/Antonio Calanni)

Jika Stefano Pioli gagal membuat Josip Ilicic mati kutu, sebaliknya Gian Piero Gasperini. Dia terbilang sukses membuat Zlatan Ibrahimovic tanpa peluang berarti.

Strategi Gian Piero Gasperini adalah mengisolasi Zlatan Ibrahimovic dengan memotong jalur umpan untuk pemain asal Swedia tersebut. Usai laga, Ibra mengakui seperti bermain sendirian di lini depan.

"Saya merasa terisolasi di babak pertama. Saat bola mencapai saya, saya butuh seseorang untuk bermain. Sebaliknya saya merasa sangat sendirian, tapi mungkin itu juga karena permainan menekan Atalanta,” kata Zlatan Ibrahimovic.

Berita Terkait