Ratapan Italia di Piala Dunia 2022 Bak Simalakama Saat Memetakan Kejayaan : Kok Gini Ya

oleh Choki Sihotang diperbarui 26 Sep 2022, 18:10 WIB
Fabio Cannavaro. Eks bek tengah Italia yang kini berusia 49 tahun dan terakhir sempat membesut Guangzhou FC pada 2017 hingga 2021 ini menjadi bintang dalam putaran final Piala Dunia 2006 yang berlangsung di Jerman. Berkat kepemimpinannya sebaai kapten Timnas Italia, Gli Azzurri dibawanya menjuarai Piala Dunia 2006 usai mengalahkan Prancis 5-3 (1-1) lewat adu penalti. Di akhir turnamen ia terpilih sebagai salah satu dari 23 pemain yang masuk dalam All-star team. (AFP/Nicolas Asfouri)

Bola.com, Jakarta - Timnas Italia bakal menjadi sorotan ketika Piala Dunia 2022 di Qatar berlangsung. Kali ini, publik tak akan membahas penampilan mereka di lapangan, melainkan zona penyesalan yang muncul.

Italia absen di Piala Dunia 2022 dan dunia meratapinya. Empat tahun di Rusia, di pentas Piala Dunia 2018, Italia juga alpa. "Piala Dunia tanpa Italia merupakan sesuatu yang sangat disayangkan," kata Kaka, dilansir Rai Sport.

Advertisement

Kaka bukan orang Italia. Dia orang Brasil. Namun, Kaka tak lepas dari Negeri Pizza. Soalnya, dia pernah lama di sana. Pemilik nama lengkap Ricardo Izecson dos Santos Leite itu merupakan legenda Milan. Bersama I Rossoneri Kaka bermain dua periode, 2003–2009 dan 2013–2014.

 

2 dari 6 halaman

Momen Itu

Jadi, kalau Kaka tersentak dan masgyul, itu sesuatu wajar. "Saya bersedih mereka tersingkir," ujar Kaka. Kita boleh bersedih karena Italia, tapi kita bangga dengan sejarah mereka yang gemilang.

Sejak keikutsertaan mereka pada 1934, Gli Azzurri sudah mengoleksi empat gelar juara. Mereka terbanyak kedua bersama Jerman, yang juga mengantongi trofi yang sama. Posisi teratas masih ditempati Brasil dengan tabungan lima gelar juara.

Baiklah. Sekarang mari kita menoleh ke belakang sejenak, ke momen indah yang pernah dipahat Italia di pentas sepak bola terakbar empat tahunan.

 

3 dari 6 halaman

Tahun 1934

Dipercaya sebagai tuan rumah dan merupakan partisipasi mereka pertama di Piala Dunia, Italia langsung tancap gas. Melaju ke final, mereka mengalahkan tim kuat Cekoslowakia 2-1.

Sukses Italia ini sekaligus gemerlap bagi Eropa, karena inilah kali pertama Piala Dunia dimenangkan di Benua Biru. Sebelumnya, di edisi perdana, Uruguay suskes memenangkan Piala Dunia 1930.

Sayang, Uruguay tak berangkat ke Italia. Sang juara bertahan melakukan boikot, karena ingin membalas dendam kepada tim-tim Eropa yang menolak berpartisipasi dalam edisi Piala Dunia 1930 di negara mereka.

 

4 dari 6 halaman

Periode 1938

Di edisi ini, Italia kembali berjaya. Mereka menjadi yang terbaik di Prancis, mengulang sukses pencapaian empat tahun sebelumnya di kandang sendiri.

Di final, Italia meremukkan Hongaria 4-2. Vittorio Pozzo, pelatih Italia, sosok yang sangat berjasa dan istimewa. Bagaimana tidak, dia merupakan satu-satunya pelatih yang mampu memenangkan dua Piala Dunia secara beruntun (1934 dan 1938).

 

5 dari 6 halaman

Mengenang 1982

Setelah sekian purnama tak juara, Italia mengamuk di Piala Dunia 1982 yang berlangsung di Spanyol. Mereka bersua Jerman Barat di partai puncak.

Mentas di Stadion Santiago Bernabéu, Madrid, di bawah tatapan lebih kurang 90 ribu penonton, Italia yang saat itu ditukangi Enzo Bearzot menang telak 3-1 via Paolo Rossi, Marco Tardelli, dan Alessandro Altobelli.

 

6 dari 6 halaman

Momen 2006

Tak diunggulkan sama sekali lantaran masih dalam trauma skandal Calciopoli yang memalukan itu, Italia justru memesona. Di final, Alessandro Del Piero dkk mengalahkan Prancis 5-3 dalam adu penalti setelah bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu.

Sumber: Theanalyst

 

Berita Terkait