Sukses


Persiraja Menilai Hak Komersial Rp800 Juta Tak Cukup untuk Mengarungi Lanjutan Liga 1 2020

Bola.com, Banda Aceh - Manajemen Persiraja Banda Aceh menilai hak komersial yang diberikan PT LIB sebesar Rp800 juta tidak cukup untuk mengarungi lanjutan Liga 1 2020 yang bakal digelar 1 Oktober mendatang.

"Kami sudah kalkulasi dana sebanyak itu tidak cukup. Apalagi kami kehilangan pemasukan dari penonton dan sponsor," kata Rahmat Djailani, asisten manajer Persiraja Banda Aceh.

Selama kompetisi nanti, Persiraja akan bermarkas di Yogyakarta bersama klub-klub dari luar Jawa lainnya, seperti Barito Putera, Borneo FC, PSM Makassar, dan Persipura Jayapura.

Menurut perhitungan Rahmat Djailani, manajemen butuh dana operasional untuk membayar gaji pemain, konsumsi, dan transportasi saat melakukan laga tandang.

"Sebenarnya kami sudah mengajukan Rp1,2 miliar ke PT LIB. Jumlah itu pun sangat mepet. Untuk gaji pemain saja per bulan butuh Rp600 juta. Jadi sisa dana Rp200 juta tak cukup guna menutup operasional rutin bulanan," tutur asisten manajer Persiraja Banda Aceh itu.

2 dari 3 halaman

Jadwal Padat, Butuh Dana Lebih Besar

Apalagi, lanjut Rahmat Djailani, jika melihat durasi kompetisi hingga 28 Februari 2021 tentu jadwal pertandingan sangat padat.

"Kalau jadwal padat, kami harus naik pesawat saat tandang. Jika pakai bus, kasihan para pemain. Nah, kami butuh dana lebih besar lagi bila naik pesawat," ujarnya.

Menurut asisten manajer Persiraja Banda Aceh itu, biaya akan bertambah lagi karena setiap tim masih harus menanggung konsumsi pemain selama tinggal di Yogyakarta. "PSSI dan PT LIB hanya membiayai penginapan. Untuk makan, kami bayar sendiri. Belum lagi biaya sewa lapangan untuk latihan tim," ucapnya.

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer