Sukses


Hari Kelima TC di Jakarta, Kondisi Pemain Timnas Indonesia U-19 Belum Maksimal

Jakarta - Pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia U-19 di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, sudah memasuki hari kelima. Namun hingga sekarang, kehadiran para pemain baru dinilai belum maksimal oleh tim pelatih.

Saat ini, ada sejumlah wajah baru yang menghiasi TC Timnas Indonesia U-19. Di antaranya, Rendy Juliansyah, Salman Alfarid, Fajar Fathur Rahman, Risky Sudirman, Titan Agung Bagus, Kakang Rudianto, Alfrianto Nico, Syukran Arabia Samual, dan Genta Alparedo.

Empat nama pertama merupakan pemain lama Timnas Indonesia U-19 era Fakhri Husaini. Sementara sisanya baru pertama kali dipanggil Garuda Muda.

"Adaptasi pemain baru cukup baik walau ada beberapa pemain masih jauh level kondisi fisiknya," ujar asisten pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, saat dihubungi wartawan, Jumat (20/11).

Oleh sebab itu, Nova meminta kepada para pemain baru untuk tampil all out. Dengan demikian, mereka bisa mengejar pemain lama.

"Mereka harus memaksa dan kerja lebih keras agar bisa meningkatkan level fisik mereka," imbuh mantan bek Persib Bandung ini.

TC Timnas Indonesia U-19 kali ini akan rampung pada 23 November. Total, ada 38 pemain yang mengikuti TC, dan didominasi oleh alumnus TC Timnas Indonesia U-19 di Kroasia.

2 dari 3 halaman

Soal TC Luar Negeri

Sementara itu, nasib pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 di luar negeri masih gelap. Garuda Muda, julukannya, di antara pusaran menimba ilmu ke Korea Selatan atau Spanyol.

Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri mengabarkan bahwa pihaknya mungkin akan menentukan nasib pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 di luar negeri dalam waktu dekat.

"Dalam satu atau dua hari ke depan, kami akan memberikan update terkait lokasi pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19," kata Indra Sjafri.

Indra Sjafri mengungkapkan, PSSI masih mempertimbangkan untuk mengirimkan Timnas Indonesia U-19 ke Korea Selatan atau Spanyol. Keputusan ini, lanjutnya, perlu dirumuskan matang-matang mengingat kondisi di berbagai negara masih belum stabil akibat pandemi COVID-19.

"Pada masa pandemi COVID-19 seperti ini, kami tidak bisa hanya mempunyai rencana A. Harus ada opsi B, C, dan seterusnya. Kecuali kondisinya normal, kami bisa langsung tentukan," jelasnya. 

 

Sumber: Bola.net, Bola.com (Fitri Apriani/Muhammad Adiyaksa)

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Video Populer

Foto Populer