Sukses


Fun Fact BRI Liga 1: Sebelum Membela Persik, Tiga Pemain Asal Kediri Ini Digodok di Kawah Candradimuka Persija

Bola.com, Jakarta - Jakarta, Ibukota Indonesia, selalu menarik bagi para pendatang dari penjuru Tanah Air untuk mengais rejeki. Tak terkecuali buat para atlet sepak bola yang memandang Persija Jakarta sebagai tim besar lagi mapan.

Bagi pesepak bola, Persija Jakarta adalah gulali manis jadi tujuan banyak pemain seantero Nusantara guna mengadu nasib, termasuk pemain asal Kediri.

Dalam catatan sejarah sepakbola modern mulai era Divisi Utama, ISL hingga Liga 1, ada tiga pemain asal Kediri yang pernah menjadikan Persija sebagai kawah Candradimuka, sebelum akhirnya mereka pulang ke Kediri membela Persik Kediri.

Yang menarik trio pemain itu; Budi Sudarsono, Dany Saputra, dan Vava Mario Yagalo lebih kondang namanya saat berbaju Macan Kemayoran.

Kebetulan juga, ketiganya berasal dari keluarga tak mampu secara ekonomi. Sehingga main bersama klub Ibukota menjadi mimpi dan cita-cita yang jadi nyata.

 

2 dari 5 halaman

Budi Sudarsono

Budi Sudarsono termasuk pemain asal Kediri paling sukses di Persija. Striker asal Desa Ngino, Plemahan, Kabupaten Kediri ini pilih berpetualang di luar Kediri, karena saat dia memulai karier profesional Persik Kediri masih berkutat di Divisi 2. Sedangkan Persedikab, klub medioker asal Kediri, tak menarik minat Budi Sudarsono.

Nama Budi Sudarsono mulai dikenal usai menjadi topscorer PON Jatim 2000. Saat itu, Budi Sudarsono juga tercatat sebagai penggawa Persebaya.

Usai sukses meraih Sepatu Emas PON Jatim 2000, Budi Sudarsono langsung berpetualang ke Persija. Namun di klub ini pemain berjuluk Si Piton ini keluar masuk pada musim 2002 dan 2004.

Selama dua musim itu, Budi Sudarsono total merumput sebanyak 31 kali dengan hanya menyumbang sembilan gol. Rekor ini jauh dibanding saat dia tiga musim bermain di Persebaya dengan tampil 29 kali dan mencetak 15 gol.

Pemain yang sering dipanggil Kileng oleh rekan seprofesinya ini juga keluar masuk di Persik. Dia pulang kampung di era kejayaan Persik 2005-2007.

Setelah merasakan Liga Malaysia bersama PDRM, Budi kembali lagi ke kandang Macan Putih 2008-2009. Ini musim tanda-tanda merosotnya prestasi Persik.

Karena ini tahun terakhir kepemimpinan Walikota HA Maschut yang juga mertua Iwan Budianto.

 

3 dari 5 halaman

Dany Saputra

Bek kiri ini benar-benar mengawali karier dari bawah. Dia memulainya di tim Persik U-21 pada 2009. Setelah itu, Dany Saputra harus berpindah-pindah klub semenjana di Jatim, seperti Persinga Ngawi dan Persedikab.

Di masa suram ini sepak bola Indonesia, yakni pada 2012, Dany Saputra memilih bergabung ke Persebaya 1927, alih-alih melanjutkan karier di Persik.

Setelah sempat singgah semusim di PSMP Mojokerto 2013, Dany Saputra bergabung di Persija. Seperti Budi Sudarsono, pemain asal Mojoroto, Kota Kediri ini juga keluar masuk Persija.

Dany Saputra tercatat sebagai penggawa Persija pada musim 2013 dan 2019. Yang menarik, pada masa dualisme Persebaya, dia sempat berbaju Persebaya 1927, Persebaya, Surabaya United, hingga Bhayangkara FC.

Pengalaman hidup serba kekurangan membuat Dany Saputra serius menekuni karier sebagai pesepak bola profesional. Keterbatasan ekonomi keluarga justru melipatgandakan motivasinya untuk meraih sukses lebih tinggi lagi.

Bahkan ayahnya harus berkorban dengan menjual motor warisan keluarga agar Dany Saputra bisa lulus sekolah menengah di Kediri.

Ketika Persik promosi ke Liga 1 2020, Dany Saputra pulang kampung. Usia memang tak muda lagi. Namun di dalam dada Dany ada niat mulia.

"Usia saya sudah 30 tahun. Selama ini saya habiskan waktu main di luar Kediri. Saya ingin menghabiskan karier di Persik. Padahal saya mengawali karier di tim Persik U-21," katanya.

 

4 dari 5 halaman

Vava Mario Yagalo

Kisah lajang asal Bangsongan, Kabupaten Kediri ini mudik ke Kediri, karena mimpi bertemu almarhum ayahnya. Dalam mimpi itu, sang ayah meminta Vava Mario Yagalo pulang dan main bola di Kediri.

Gayung pun bersambut. Usai kontrak dengan Persikabo, Vava Yagalo ditawari bergabung di Persik dengan proses negosiasi yang sangat lancar.

Usia Vava saat ini masuk 27 tahun. Padahal di kategori usia emas ini, bek jangkung ini masih sangat layak bergabung dengan klub-klub BRI Liga 1 lainnya.

Garis takdir Vava Yagalo termasuk cemerlang. Dia pernah terjaring di skuat SAD Uruguay tahun 2011-2013. Oleh-oleh dari Uruguay, selain kemampuan teknisnya meningkat, Vava juga mampu berbahasa Spanyol.

Sepulang dari SAD, Bhayangkara FC pun langsung menampungnya. Namun Vava Yagalo hanya bertahan semusim.

Dia lebih betah bersama Persija. Di Ibukota, karier Vava lebih panjang dibanding Budi Sudarsono dan Dany Saputra. Jika kedua seniornya itu keluar masuk kandang Macan Kemayoran, Vava empat musim bertahan di Persija pada 2014-2018.

5 dari 5 halaman

Persaingan di BRI Liga 1 2021/2022

Half Time Show: Timnas Indonesia Itu Oke, Tapi...

Video Populer

Foto Populer