Sukses


Romelu Lukaku Ungkap 3 Perbedaan Manchester United dan Inter Milan

Bola.com, Milan - Striker Inter Milan, Romelu Lukaku, seperti menemukan energi baru setelah meninggalkan Manchester United pada musim panas lalu. Menurut Lukaku, perubahan cara berlatih di Inter Milan membantu menghidupkan lagi kariernya yang sempat meredup di MU. 

Romelu Lukaku mengalami masa sulit di Manchester United musim lalu, bahkan sering menghangatkan bangku cadangan. Pemain asal Belgia itu akhirnya memutuskan menyudahi kariernya di Old Trafford. Dia menerima pinangan Inter Milan dengan mahar senilai 58 juta poundsterling. 

Pilihan Lukaku hijrah ke Serie A terbukti tepat. Musim ini, dia telah menyumbangkan 23 gol untuk Inter Milan di semua kompetisi. 

Performa apik Lukaku membantu Inter Milan bersaing ketat dalam pacuan juara Seria A musim ini. Lukaku mengklaim perubahan di sesi latihan telah membantunya mengembalikan kariernya ke jalur yang tepat. 

"Cara berlatih di sini berbeda. Di sini Anda bekerja keras. Mereka bekerja keras untukmu. Tanyakan saja pada Ashley Young. Banyak sekali perbedaannya, di sini tim adalah tim, seperti ikatan tim. Kami melalukan dua atau tiga kali makan malam tim setiap tiga pekan, semuanya bersama-sama. Tak ada yang absen," kata Lukaku di channel Youtune Ian Wright, seperti dilansir Manchester Evening News, Jumat (20/3/2020). 

Lukaku juga menyebut ada dua perbedaan lain antara Inter Milan dan Manchester United. Dia menyebut di Inter Milan kepentingan tim adalah yang utama, dan pemain terus didorong bermain agresif.  

"Semua orang hadir. Terkadang ada satu atau dua pemain yang bilang ingin membayari makan malam. Kami terus melakukannya. Tim ini bagus, kami punya kualitas, tapi segalanya tentang tim."  

"Jika Anda melihat bagaimana kami bermain, maka semuanya bekerja keras. Kami tim paling agresif di liga. Manajer selalu bilang kepada kami supaya agresif dan terus menekan, dan menyiapkan fisik," imbuh Romelu Lukaku

 

 

 

2 dari 3 halaman

Situasi Sulit

Romelu Lukaku juga mengakui kritikan tentang kebugarannya selama di Manchester United sangat memengaruhi penampilannya, terutama pada musim terakhirnya di Premier League. 

"Satu tahun yang buruk bisa terjadi pada setiap orang dalam karier mereka. Itu yang terjadi pada saya," ujar Lukaku. 

"Itu situasi yang sulit bagi saya. Saya harus membuat keputusan. Saya harus pergi ke suatu tempat, di mana bisa belajar aspek lain dalam permainan saya, serta bekerja dengan seseorang yang menginginkan saya." 

"Ya itu memengaruhi saya (jika orang bicara dengan kebugaran saya), itu terus bersarang di kepala saya," sambung Lukaku.  

Sumber: Manchester Evening News  

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini

5 Pelatih Premier League Musim Ini yang Sukses Saat Menjadi Pemain

Video Populer

Foto Populer