Sukses


6 Superstar yang Mendadak Menjadi Butut saat Membela Real Madrid: Kisah Sedih Kaka, Michael Owen, dan James Rodriguez

Bola.com, Jakarta - Real Madrid adalah salah satu tim sepak bola paling terkenal dan tersukses di dunia. Banyak pemain terbaik menghiasi skuat mereka dari masa ke masa.

Sejak Fiorentino Perez mengambil alih sebagai Presiden Real Madrid, pengeluaran besar-besaran di bawah proyek 'Galactico' telah membuat banyak bintang datang dan pergi.

Real Madrid selalu punya ambisi tinggi di setiap musimnya. Mereka meraih gelar, baik di level domestik La Liga Spanyol atau persaingan Eropa Liga Champions. Pemain-pemain berstatus superstar direkrut demi pencapaian tinggi tersebut.

Tidak semua pemain mampu memikul beban wajib juara di Los Blancos. Banyak di antara pemain dengan reputasi mentereng gagal bersinar di Santiago Bernabeu.

Siapa saja pemain yang gagal bersinar di Real Madrid?

2 dari 8 halaman

Walter Samuel

Walter Samuel dianggap sebagai obat mujarab untuk masalah pertahanan Madrid di tahun-tahun awal milenium. Kualitas bek tengah, setelah bermain bersama di Argentina bersama Boca Juniors dan kemudian di Serie A bersama AS Roma, mengundang minat Real Madrid yang mengeluarkan 25 juta euro untuk mendapatkan jasanya pada tahun 2004.

Samuel ternyata gagal total di klub barunya. Dia bukan pemimpin di lini belakang seperti yang diharapkan klub saat Los Blancos mendapat tekanan lawan. Ia dianggap terlalu lambat sebagai seorang stoper.

Ia bermain 40 kali untuk Real Madrid selama musim 2004-2005, tetapi penampilannya yang buruk mendorongnya untuk kembali ke Serie A Liga Italia. Samuel bergabung dengan Inter Milan di mana ia sukses menghidupkan kembali kariernya dan bahkan meraih treble di sana pada tahun 2010.

3 dari 8 halaman

James Rodriguez

Penampilan luar biasa James Rodriguez di Piala Dunia 2014 yang mengantarnya memenangkan Sepatu Emas meyakinkan Real Madrid untuk mengeluarkan 75 juta euro untuk memakai jasanya.

Rodriguez tampil mengesankan di musim pertamanya di klub, tetapi semuanya berubah setelah Zinedine Zidane mengambil alih jabatan pelatih. Ia mendadak jadi spesialis cadangan.

Pemain asal Kolombia itu dipinjamkan selama dua musim di Bayern Munchen. Saat kembali di Los Blancos peruntungan tak berubah. Meski Real Madrid memenangi gelar La Liga, James tak banyak terlibat dalam laga kompetitif.

Sering diingapi cedera kian menyulitkan posisi Rodriguez. Pemain berusia 29 tahun itu akhirnya dipinang Everton musim panas ini. Harapan tinggi untuk bisa menghidupkan kembali kariernya.

4 dari 8 halaman

Michael Owen

Michael Owen, pemain Inggris terakhir yang memenangkan Ballon d'Or, adalah binatang yang luar biasa di Premier League bersama Liverpool. Ia mencetak banyak gol dengan kecepatan yang fenomenal dan bahkan memenangkan Sepatu Emas beruntun di akhir tahun 1990-an sebelum mengangkat gelar bergengsi itu. Ia juga sempat mendapat penghargaan Golden Ball untuk pemain terbaik dunia tahun 2001.

Tidak mengherankan kemudian, Real Madrid ngebet meminangnya. Ia ditransfer dengan mahar 8 juta poundsterling pada tahun 2004. Proyek Los Galactico kala itu mengkombinasikan pemain-pemain bernama besar macam Ronaldo Nazario, Roberto Carlos, Luis Figo, Raul, Zinedine Zidane, dan rekan senegaranya David Beckham.

Namun, Michael Owen gagal unjuk ketajaman di Bernabeu. Ia hanya mencetak 13 gol dari 36 pertandingan. Ia banyak absen karena cedera.

Kinerja yang mengecewakan mendorong Owen untuk kembali ke Inggris pada 2005, hanya setahun setelah mimpinya pindah ke Santiago Bernabeu terwujud. Namun sang pemain berjuang dengan cedera selama sisa kariernya di Newcastle United, Manchester United dan terakhir di Stoke City.

5 dari 8 halaman

Nicolas Anelka

Tidak seperti banyak pemain lain dalam daftar ini, Nicolas Anelka bukanlah bintang yang berprestasi ketika ia pertama kali tiba di Real Madrid pada tahun 1999. Ia baru berusia 20 tahun pada saat itu, tetapi merupakan salah satu pemain muda dengan rating paling tinggi di pentas kompetisi bersama Arsenal.

Dia disebut-sebut bakal jadi striker hebat masa depan El Real setelah tiba di Santiago Bernabeu, tetapi sayangnya, perkembangannya terhenti karena pemain Prancis itu bersaing untuk menyingkirkan striker top layaknya Raul Gonzales dan Fernando Morientes di starting XI Real Madrid.

Anelka hanya bermain 19 kali di musim 1999-2000 La Liga, dengan sebagian besar penampilan tersebut berasal dari bangku cadangan.

Tidak puas dengan kurangnya waktu bermain di Real Madrid, Anelka meninggalkan klub pada musim panas. Ia kemudian kerap berpindah-pindah klub mulai dari Manchester City, Fenerbahce, hingga Chelsea. Walau tak benar-benar ada di titik terbaik, sepanjang kariernya Anelka  memenangkan total 11 trofi.

6 dari 8 halaman

Jonathan Woodgate

Jonathan Woodgate, bek tengah bintang dari Leeds United dan Newcastle United didatangkan Real Madrid pada tahun 2004 seharga 13,4 juta poundsterling.

Setelah menghabiskan waktunya untuk mengatasi cedera, pertandingan pertamanya sebagai Los Galactico terwujud di awal musim 2005-2006. Apa yang terjadi? Woodgate mencetak gol bunuh diri melawan Athletic Bilbao dan kemudian dikeluarkan dari lapangan dalam pertandingan itu.

Semenjak itu Woodgate kesulitan menembus posisi inti. Ketangguhannya semasa di Liga Inggris seperti menghilang. Ia berjuang untuk beradaptasi dengan liga baru dan memiliki sikap yang buruk setiap kali ia turun ke lapangan.

Dengan hanya 14 penampilan sepanjang musim, Woodgate pergi ke klub kampung halamannya Middlesbrough pada tahun 2006 tetapi berjuang dengan masalah cedera selama sisa kariernya.

7 dari 8 halaman

Kaka

Ketika Real Madrid meluncurkan proyek Galactico kedua pada tahun 2009 dengan banyak uang, prospek untuk menyaksikan Cristiano Ronaldo dan Kaka, dua pemenang Ballon d'Or terakhir pada saat itu, bermain bareng adalah hal yang menggiurkan.

Sementara CR7 tampil trengginas menciptakan sejarah selama dekade berikutnya di Real Madrid, rekannya asal Brasil justru meredup di Bernabeu. Cedera berulang dan performa buruk di lapangan mengganggu karier Kaka di Real Madrid. 

Ia hanya 120 penampilan dalam empat tahun dan hanya mencetak 29 gol.

Bagi seseorang yang mengangkat Piala Dunia, Liga Champions, Serie A, dan merupakan pemenang penghargaan Ballon d'Or dan Pemain Terbaik Dunia, itu adalah pencapaian minimalis yang mengecewakan.

Ia sempat kembali ke AC Milan pada tahun 2013 gagal total juga di sana.

Sumber: Sportskeeda

8 dari 8 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer